chatingan

(chatingan )

ungkapan rasa dalam chatingn mungkin terlihat miris bagi orang kebanyakan, tpi ini lah kisah aneh yang entah kenapa bisa panjang yang hanya berawal dari postingan di history WA tentang hujang yang akhirnya berlanjut pada cerita asmara..oleh seorang pengagum dan perempuan.

“ternyata Hujan tak hanya membasahi tapi sekaligus ia mendatangkan rindu” komentarku dalam historynya

(aku terdiam swjenak menunggu balasan darinya yernyata bukan pesan yang datang melaingkan hanya hujan yang turun) dalam keadaan itu aku kembali memberanikan diri mengirimkan pesan.

“Yah ternyata hujan itu lebig mengerti tentang rasaku.. Tapi yang saya sesali kenapa hujan itu lebih peka dari pada wanita yang selalu kusebut dalam doaku…
Dan terimah kasih kejujuran itu wahai perempuanku.. Maaf aku telah mengagumimu”

“Kenapa hujan lebih peka akan rindumu, karena hujan tak memiliki angan² akan rasa takut kehilangan, takut ada kedustaan seperti wanita yang selalu kau kagumi dalam angan juga do’amu”

“Hari ini aku baru sadar..ternyata wanita yang ku impikan tak pernah yakin akan keyakinannya sendiri… Bukankah wanita adalah puncak dari kehidupan yang fana,,seharusnya semua wanita tak memiliki rasa cemas, rasa takut, bahkan rasa yang mampu melemahkannya.. Sejatinya aku hanya ingin mengatakan segala yang akan terjadi ada pada diri wanita.. Yang menentukan adalah wanita, dan yang bertindak adalah wanita..saya sebagai pengagum..hanya berusaha mempersambahkan diri pada puncak keindahan.. Dan wahai wanitaku kau tak perlu risau pada siapapun sebab ketika seorang pengagum telah mewakapkan dirinya pada dirimu yang terkasih… Maka percayalah dia telah berada di ujung jarimu..kau takkan tersakiti hanya kemungkina kau yang mampu menindasnya, sebab pengagum seperti idiriku menganggap perempuan sebagai pancaran cahaya tuhan yang paling nyata”

“Wahai pengagum, bukannya wanita itu tak percaya tapi wanita itu hanya takut akan kekecewaan, karena terkadang sebuah tutur kata yang manis menyisihkan kepahitan… Jangan lah kau mencoba meluruskan tulang rusukmu jika kau masih memberikan angan-angan padanya”

“Duhai perempuanku percayalah aku tak perna memaksa tulang itu lurus, dan sekalipun tak pernah mengumbar kata manis yang berangkat dari angan dan hayalan.. Tapi percayalah..aku mengisyaratkan diriku sebagai alas untuk berjalan..dan sadarlah bahwa tak ada yang lebih pasti di dunia ini kecuali ketulusan… Tapi pahamilah tak ada sesuatu di dunia ini yang mmpu membuatku berhenti memuja sekaligus menyerah pada tantangan apapunkecuali dirimu yang menghendaki duhai perempuanku.. Kembali ku tegaskan…
aku hanya menyerah… Pada dirimu duhai… Perempuanku.. Sebab aku paham kemenangan tertinggi seorang lelaki adalah disaat mereka mampu bersimpuh pada kehormatan seorang wanita… Maaf.. Aku tak memuji dirimu sebagai perempuan.. Tapi aku hanya mengakui bahwa takdirqu tanpa kehormatan dirimu adalah kekalahan dan kehancuran… Sungguh ku inigin berterima kasih pada rabbmu dan rabbku sebab telah merangkai takdir yang melibatkan dirimu wahai engkau yang maha indah sebagai jalan terang dalam pengembaraanku..meski hasrat dan hajatku belum tentu bertuah pada balasan yang sama.”

Wahai kau sang pengagum, jika itu yang menjadi landasan dalam hatimu, maka izinkanlah wanita mu ini bermunajat pada rabbnya, meminta secerca cahaya agar hati dan jiwanya percaya akan tutur kata, kondisi sang pengagum bahwa semua benarlah bukan sandiwara belaka.. Semoga saja”

“Yah.. Aku tak berhak melarangmu utuk itu.. Tapi satu hal yang membuatku khawatir bahwa kita lahir dengan bentangan samudra, suatu saat engkau akan pergi entah akan mengingatiku atau tidak… bahkan hari ini kita telah sampai pada penghujung perjalanan. Tapi percayalah
Sampai detik ini masih banyak hal yang tak terselesaikan, termasuk rasa rindu yang tak mampu ku abaikan…hari ini tak ada risau tentang takdir kecuali satu adakah rasa rindu itu kau tebar dari sisi kejauhan untukku disana..saat waktu itu akan tiba sadarlah bahwa disini
dipenghujung penantian, akan ada derai air mata yang sendu..karna kau harus jauh diseberang. yah…itulah aku…dengan segenap kepasrahan yang masih tersisa, tak lagi mengenal rasa malu terlebih gensi untuk mengungkapakan bahwa siapa engkau dalam diriku..detik ini harga diri tak lagi berarti bagiku saat kau tumbuhkan pengharapan yang siapapun rela menyerahkan raga dan rahasianya demi bunga di seberang samudra… Dan mohon doakan pendamba yang nista ini disetiap sujud terakhirmu agar diberi ketabahan dan kekuatan agar mampu mengemaskan bahagia untuk menjemputmu kembali dalam dekapannya… Tapi sungguh engkau adalah nama yang paling kerap kuperbincangkan dengan rabbku…

“Rabbku dan rabbmu punya segala cara mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat jadi jarak kecewa dan bahagiamu terlatak padanya, samudera bukan halangan, bumi dan langit saja mampu iya satukan apa lg hanya Rindu kita”

“Maafkan aku kekasihku telah meragukan kehendak tuhan.. Dan maaf aku jawab pesanmu begitu lama bukan karena engkau tak lagi penting bagiku, tapi aku hanya menguji kemampuanku sampai mana aku mampu tahan kerinduan ini, ternyata aku tak mampu melewati 24 jam sungguh.. Aku tak berdusta dengan itu, dan hari ini kembali aku urai rasa damai bersamamu dan hari ini pula aku ingin meratap permohonan kepadamu sudikah engkau menjadi cerita terindah dalam hidupku. Dan tuhanpun telah mengisyaratkan bahwa dia telah siap memainkan perannya agar kisah kita tak terpisah walau itu maut.. Sebab itu ingin kutakan padamu aku ingin mengajakmu membagun sebuah kehidupan dimana maut tak mematikan melainkannlangkah untuk hidup kembali”

“jika niat dan tekat yang ada pada jiwamu benar² kuat, Biarkanlah wanita yang tak sempurna ini memikirkan segalanya, dan untuk jawabnya biarkan ku meminta pinta pada rabb ku, semoga engkau dapat menanti hingga hari esok.”

“Serumit itukah alurnya perempuan memberikan kepastian, kenapa menunggu hari esok itu terasa berat,apakah tuhan sengaja meperlambat masa untukku, dan kenapa hari ini seakan semua bergerak lambat bahkan detik yang biasanya tak terasa kini begitu lama untuk merangkai jadi menit.. Sungguh detak jantung yang biasanya bersanding dengan detik kini jauh berubah ke kalipatan yang tak terhitung…wahai kekasih bantu aku lewati ini, jangan biarkan diriku sepi walau diselah detik. Sungguh aku tak lagi banyak kekuatan untuk bertahan dari penantian ini”

“Maafkanlah anak cucu Hawa ini, mungkin ini terasa rumit, tapi inilah jalan yang harus kupilih untuk memantaskan hati dan jiwaku, biarlah roda roda waktu berputar mengitari penantian mu, kuharap kau mampu bertahan, hingga wanita yang tak sempurna ini benar² menemukan jalan terang dari rabbnya. Mengertilah!!!”
Ketika bertahan adalah harapanmu. Maka baiklah sampai alam berikutnyapun aku kuat. Tapi tolong bisikkan sesuatu padaku agar rindu yang satu ini mampu kutahan! Jika tidak! Aku sudah tak yakin apakah besok rindu ini masih mebiarkan aku hidup atau ia membawaku bersamanya kembali pada pangkuan ilahi”

“Janganlah berkecil hati, Rindumu akan sampai kepada yang kau sebut namanya dalam do’amu,. Dan satu pesanku, perlu kamu ketahui cinta itu belajar. Belajar mengikhlaskan bukan memiliki agar kau tak kecewa, karena yang dicintai itu milik Allah, baik itu dipersatukan atau dipisahkan itu semua kehendaknya. Aku bisa apa selain berharap Ridho dari nya.

“”Terimakasih wejangan hariini duhai perempuanku. …
Darimu aku mengerti bahwa memahami cinta adalah anugrah…dulu seringkali aku berdiskusi pada wilayah filsafat dan logika bahkan berdiskusi tentang rasa untuk memetakan apa subtansinya, bahkan perwujudan dari cinta itu sendri,Namun begitu aku hanya mampu sampai pada kesimpulan bahwa cinta adalah soal rasa yang akhirnya membuat anganku mengambang dan hanya mampu berkata-kata, larut dalam imaji yang akhirnya bermuara pada pelunturan logikaku sendiri, hingga tak sedikit dari pelaku asmara yang pernah bersamaku berkata cinta itu butuh pengorbanan, Dan hari ini aku telah temukan jawabannya bahwa cinta tak pernah butuh pengorbanan, sebab kapan kita merasa berkorban maka itu bukan cinta” dan karena itu tepatlah bahwa cinta dan keiklasan adalah satu, dan darimu pula wahai kekasihku igin ku berkata aku mencintaimu terbalas atau tidak, bersama atau pisah semua tertepis karena rasa ihlas dan itu pulalah jawaban kenapa mengutarakan cinta itu mubah karna didalamnya tak terdapat paksaan kecuali keihlasan, dan karena itu pulalah akan lahir sebuah jalinan kisah cinta yang andai tuhan tak maha kuasa maka tuhanpun tak berhak untuk memisahkan.”

“Sebenarnya tiada yang salah dari kata pelaku asmara yang pernah kau temui, cinta butuh pengorbanan! itu memang betul, berkorban bukan brarti mengikuti nafsu belaka menuruti semua kemauan seseorang yang kau cintai, akan tetapi pengorbanan yang dimaksudkan adalah bukan seperti kisah Majnun dan racun cinta laila. tetapi maksudnya adalah rela berkorban mengikhlaskan yang dicintai jika iya milik mu akan bersamamu maka kau bersyukur, namun jika iya bukan milikmu kamu siap mengikhlaskan nya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s